Tinggalkan komentar

Poster Propaganda Nazi pada Era Sebelum Tahun 1933 (Part 2)

Pengantar

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, di bawah ini terdapat beberapa macam contoh poster-poster propaganda yang digunakan NSDAP sebelum tahun 1933 yang digunakan untuk menyuarakan kepentingan dan pemahaman Nazi kepada masyarakat termasuk dalam kaitannya sebagai poster untuk pemilu. Poster-poster ini menggambarkan kepada kita mengenai masalah-masalah yang dihadapi oleh Jerman pasca-PD I. Masalah-masalah ini sebagian besar sama dengan apa yang terjadi di Indonesia, terlebih pada masa Orde Baru, seperti isu kebebasan berpendapat yang dikekang, membengkaknya hutang-hutang luar negeri akibat proyek pendanaan internasioal (IMF), kebohongan pemerintah, meningkatnya inflasi, korupsi, dan teror yang dilakukan pemerintah terhadap rakyatnya.

Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita dalam melihat dan mengamati masalah bangsa. Selamat membaca.

Pada tahun 1920-an, Hitler telah dilarang untuk tampil di hadapan publik di hampir semua wilayah Jerman. Hal ini berdampak sangat besar bagi program propaganda Nazi. Poster ini dibuat oleh seorang kartunis bernama Philipp Rupprecht (terkenal sebagai pencipta gambar Julius Streicher Der Sturmer). Bagian bawah poster ini bertuliskan ‘Hanya dia seorang di antara dua miliar penduduk bumi yang tidak boleh berbicara di Jerman.

Courtesy of Dr. Robert D. Brooks

 

Variasi yang berbeda dari poster sebelumnya dengan tema yang sama. Poster ini berisikan pernyataan bahwa Goebbels akan berbicara pada pertemuan yang berisi protes terhadap kebijakan yang melarang Hitler tampil di muka umum. Goebbels pada saat ini belum menjabat sebagai Gauleiter di Berlin, artinya, poster ini kemungkinan muncul pada tahun 1925 atau 1926. Poster ini berisi tulisan, “Semua kata-kata yang bertentangan dengan Hitler dapat dibaca di seluruh wilayah Jerman, tetapi Hitler sendiri malah dilarang untuk berkata-kata.

Courtesy of Dr. Robert D. Brooks

Tidak tahu dengan pasti kapan poster ini dimuat. Kemungkinan ini adalah poster untuk pemilu provinsi Saxony.  Jika Nazy berada pada urutan partai No. 7, kemungkinan poster ini muncul pada tahun 1930 atau mungkin lebih awal. Isinya, “Bebaskan Saxony dari Sampah Marxis!”

Poster ini bertanggal April 1929 dan digunakan di dalam pemilu Provinsi Saxony. The Dawes Plan adalah kesepakatan perjanjian internasional untuk membantu menyelesaikan masalah pembayaran hutang perang Jerman akibat PD I. Selepas PD 1 dan akibat dari penandatanganan perjanjian Versailles, Jerman memiliki banyak hutang dan  atas dasar denda, hutang-hutang tersebut harus dibayarkan setiap tahunnya sebesar 132 miliar Mark (terhitung ekuivalen dengan ¼ nilai ekspor Jerman. Inflasi yang tinggi melanda Jerman dan atas dasar itu muncullah suatu gagasan untuk menyelamatkan perekonomian Jerman dari keterpurukan.  Para bankir Wall Street yang dipelopori olej J. P. Morgan pada tahun 1924 membentuk The Dawes Plan (Rencana Dawes). Di dalam sejarah, rencana ini diprakarsai oleh seorang bernama Charles G. Dawes.  The Dawes Plan berhasil menggelontorkan dana pinjaman sebesar 800 juta Mark  yang dialirkan ke industri strategis Jerman seperti industri pengadaan bahan kimia yang mendukung material perang. Tentu saja bantuan ini tidak gratis, ada hal yang perlu dibayar oleh Jerman: mengorbankan kemerdekaan politik, ekonomi, dan militer. Adolf Hitler dan partainya tahu itu sehingga mereka memprotes kebijakan pemerintahan Hindenburg (presiden saat itu) dan meminta penghapusan The Dawes Plan demi kemakmuran dan kemandirian bangsa Jerman. Inilah isi poster itu, “Putus Semua Mata Rantai Rencana Dawes.”

Poster lain yang diambil dari kampanye Saxon tahun 1929. Poster bertuliskan, “Dua juta tentara tewas. Apakah mereka mati dalam penderitaan? Tidak! Prajurit garis depan! Hitler sedang menunjukkanmu jalan!” Pernyataan dalam poster ini menunjukkan bahwa Hitler akan menebus kekalahan Jerman pada PD I.

Poster ini berasal dari pemilu Reichstag (parlemen Jerman) pada bulan Spetember 1930. Poster ini berisi gambaran terobosan-terobosan Nazi dalam pemilu. Poster ini bertuliskan, :Bangkitlah Rakyat Jerman! Pilih No. 9!”

Berasal dari bulan yang sama, September 1930 saat pemilu parlemen. Poster ini bertuliskan, “Kebebasan dan Roti.”

Poster satu ini pun masih berasal dari pemilu parlemen yang menggambarkan ideologi Nazi. Sebuah pedang Nazi membunuh seekor ular. Pedang tersbut menembus simbol bintang Daud. Tulisan-tulisan berwarna merah muncul dari tubuh ular: riba, Versailles, pengangguran,  Kebohongan tentang kesalahan PD 1 yang ditimpakan pada Jerman, marxisme, bolshevisme, kebohongan dan pengkhianatan, inflasi, Dawes Pact, Young Plan, korupsi, barmat, kutistker, sklarek (ketiga kata terakhir  menyinggung dan menimpakan kesalahan kepada Yahudi atas skandal keuangan terbesar), prostitusi, teror, dan perang sipil.

Posteri 1930-an ini dibuat untuk kelompok lokal untuk hadir di dalam pertemuan. Poster ini bertuliskan, “Datang dan Hadirilah Pertemuan NSDAP.” Di poster tersebut terdapat kolom ruang untuk dituliskan tanggal, waktu, dan pembicara. Di bawahnya terdapat beberapa catatan:

Yang terluka akibat perang dan para penganggur dikenakan setengah   harga.

Yahudi tidak diizinkan menghadirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

Ruang Penat

Sedikit berbagi cerita tentang bahasa Indonesia dan sekelumit tentang sastra

Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Perjalanan Cinta

"Hamemayu Hayuning Bawono: Menata Keindahan Dunia"

pintarberbahasa.wordpress.com/

Cinta Bahasa Indonesia, Cinta Budaya Kita

Koiman

Menindas Sang Penindas

keshamotor

Just another WordPress.com site

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: