1 Komentar

Pidato Joseph Goebbels pada Pemulaan Tahun Baru 1940

Pengantar

Pidato ini disampaikan Goebbels pada tanggal 31 Desember 1939 untuk perayaan tahun baru di Jerman. Permulaan perang telah berjalan dengan baik. Goebbels menilai tahun 1939 untuk menunjukkan  bahwa Jerman sama sekali tidak memiliki kesalahan (Dalam pidato ini, Goebbels menghindari subjek pembahasan tentang perjanjian Molotov-Ribbentrop), dan tidak membuat suatu prediksi untuk tahun ke depan selain menyatakan bahwa tahun-tahun ke depan akan merupakan tahun-tahun yang teramat sulit bagi bangsa Jerman.

Sumber

“Jahreswechel 1939/40. Sylvesteransprache an das deutsche volk,” Die Zeit ohne Beispiel (Munich: Zentraverlag der NSDAP, 1941)

Tahun Baru 1939/40

Image

Oleh Joseph Goebbels

Sangat sulit bagi saya ketika mengingat tahun-tahun yang telah lalu untuk mengajak dan memanggil rekan-rekan pendengar. Tidak ada kekurangan materi, tetapi sebaliknya, tahun 1939 merupakan tahun yang sangat dramatis dan dipenuhi oleh sejarah yang mengagumkan dan setiap orang mampu mengisi perpustakan dengan tulisan-tulisan semacam itu dan orang semacam itu untuk membuat tulisan-tulisan semacam itu akan mengalami kesulitan bagaimana harus memulainya.

Sebagian besar yang terjadi pada tahun lalu tampaknya sudah terjadi pada tahun-tahun atau bahkan pada beberapa dekade yang lalu. Itu adalah masa-masa yang sulit yang tercatat di dalam buku sejarah. Hal itu pun sudah pasti akan memberikan para sejarawan materi-materi yang cukup untuk dapat dijadikan bahan tulisan untuk masa sepuluh tahun ke depan. Mereka akan menjelaskan peristiwa-peristiwa dan mengamati motif-motif yang terjadi untuk dapat melihat pelaku-pelaku utama dalam peristiwa tersebut. Mereka akan mecoba untuk menjelaskan semua peristiwa yang membuat kita merasa tertekan atau  apa yang sudah kita lakukan dan usaha-usaha semacam itu mungkin akan mengalami kegagalan. Baik teman maupun lawan, pendukung ataupun penentang, semua pihak  akan mengakui bahwa tahun ini adalah tahun yang penuh dengan peristiwa hebat, tahun ketika sejarah dibuat, tahun yang mengubah wajah Eropa, tahun yang telah mengubah bentuk peta. Lebih dari itu, rakyat kita telah memperbaiki kehidupan nasionalnya pada tahun 1939, dimulai dengan usaha yang besar yang pada akhirnya mampu memutus rantai-rantai pembatas dan perbudakan dan sekali lagi telah menempatkan kita pada posisi dengan kekuatan hebat setelah kejatuhan yang kita alami setelah tahun 1918. Saat para sejarawan rajin menyelidiki tahun ini, kekhawatiran dan kesulitan yang kita alami akan segera dilupakan; pengorbanan yang kita rasakan akan ringan dan semakin ringan; air mata dan darah yang selama ini tertumpah akan tertutupi selamanya di dalam Pemerintah Reich yang kita jaga bersama.

Pada awalnya, hal ini menjadi jelas bagi semua orang yang tidak hanya membaca sejarah, tetapi juga yang mengalaminya bahwa tahun ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi nasib bangsa Jerman dan rakyat Eropa pada umumnya. Benar, dua bulan pertama adalah masa yang relatif lancar, tetapi dia yang dapat melihat dengan jelas memahami bahwa saat ini hanyalah masa yang damai sebelum terjadinya badai. Semua orang telah merasakan bahwa tahun ini akan penuh dengan keputusan-keputusan penting.

Pada tanggal 13 Februari, warga Jerman di Bohemia dan Moravia telah sadar bahwa legalitas, ekonomi, dan situasi sosial mereka dalam pemerintahan Cekoslowakia tidak akan mengalami perkembangan yang baik, bahkan menjadi semakin memburuk. Pada tanggal 22 Februari, orang-orang Slowakia meminta kebebasannya. Pada permulaan bulan Maret terjadi beberapa kali penganiayaan terhadap rakyat Jerman di Praha, Brunn, dan beberapa kota lain di Bohemia dan Morevia. Pada tanggal 8 Maret Pemerintah Carpathia-Ukrania di Praha memprotes penunjukkan seorang Jenderal Cekoslowakia sebagai Menteri Dalam Negeri Carpathia-Ukrania. Pada tanggal 10 Maret, Pemerintah Cekoslowakia menggulingkan Pemerintahan Slowakia dan penganiayaan terhadap orang Jerman di Bohemia dan Moravia semakin meningkat. Telah semakin jelas bahwa pada masa itu diperlukan adanya suatu solusi yang selalu dipikirkan oleh bangsa Jerman selama beberapa abad. Pada tanggal 13 Maret, pemimpin Slowakia, Tiso, mengunjungi Fuhrer dan pada tanggal 14 Maret, Presiden Cekoslowakia menaruh nasib Bohemia dan Moravia di tangan Fuhrer.

Tentara Jerman kemudian memasuki Bohemia dan Moravia. Diikuti oleh tatapan mata rakyat Jerman dan seluruh dunia dengan menahan napas  penuh ketertarikan melihat Fuhrer mengambil tempat di Kastil Praha. Slowakia mendeklarasikan kemerdekaannya pada hari yang sama dan sehari setelahnya, Fuhrer mengeluarkan dekrit perlindungan terhadap Bohemia dan Moravia. Slowakia pun berada di bawah perlindungan Reich. Pada akhirnya, Bohemia dan Moravia menemukan solusi. Pada tanggal 22 Maret, distrik Memel kembali ke Reich.

Sejajar dengan perkembangan ini, pertanyaan mengenai Polandia begitu meningkat. Pada tanggal 5 permulaan Januari, Fuhrer menerima menteri luar negeri Polandia, Jozef Beck, di Obersalzberg. Fuhrer mengingatkannya akan karakter German yang terdapat pada Danzig dan memberi saran untuk meningkatkan hubungan antara Jerman dan Polandia. Akan tetapi, porposal ini tidak didengar. Setelah muncul reaksi London dan Paris, kini semua orang tahu mengapa Polandia tidak mau menanggapi permintaan Fuhrer.

Pada tanggal 31 Maret, segera setelah dikeluarkannya dekrit perlindungan terhadap Bohemia dan Moravia, London membenci laporan mengenai tentara Jerman yang berkumpul di garis perbatasan Polandia. Chamberlain melaporkan negosiasi Inggris-Polandia kepada parlemen untuk mendeklarasikan secara resmi mengenai dukungan penuh Inggris terhadap Polandia.

Polandia diberikan kebebasan oleh London untuk bertindak, dalam hal ini London telah menghasut Polandia untuk berperang dan berharap Warsawa akan memulai konflik yang dibutuhkan London untuk memulai apa yang selama ini mereka harapkan dan dengan saksama mereka persiapkan: Menyerang Reich.

Pemerintah Polandia di Warsawa paham akan hal ini dan pada bulan April memulai teror dan penganiayaan kepada warga Jerman melebihi dan melampaui apa yang bisa dibayangkan. Pada tanggal 13 April, beberapa kelompok anti-Jerman memulai penganiayaan di perbatasan Danzig. Serangan teroris terhadap warga Jerman meningkat di seluruh wilayah Polandia setelah Jerman meminta adanya peningkatan hubungan dengan Polandia. Konsulat Jerman di Polandia mengirim laporan yang tak terhitung tentang penganiayaan terhadap warga jerman ke Berlin. Pada tanggal 8 Mei, tiga ratus warga Jerman diusir dari negara tersebut.  Teater Jerman ditutup di Bromberg pada tanggal 9 Mei. Dua warga Jerman dibunuh warga Polandia di Lodsch pada tanggal 15 Mei dan pada tanggal 21 Mei, penduduk Danzig dibunuh oleh warga Polandia di Kalthof.

Seseorang akan bisa memahami kejadian itu semua setelah mempelajari bahwa pada tanggal 15 Mei, Menteri Perang Polandia berada di Paris untuk mengadakan pembicaraan rahasia dan perwakilan Jerman di warsawa pada tanggal 8 Mei telah melaporkan bahwa peta-peta telah dibagikan di kota-kota Polandia. Peta-peta tersebut menunjukkan garis perbatasan Polandia  telah diubah memasuki garis wilayah negara Jerman melewati Beuthen, Oppeln, Gleiwitz, Breslau, Stettin, dan Kolberg.

Situasi di Danzig meningkat di bawah tekanan Pemerintah Polandia. Pada tanggal 15 Juni, Duta Besar Jerman mengadakan protes melawan tindakan Polandia yang mencaci maki Fuhrer. Insiden perbatasan dan masalah-masalah lain meningkat antara bulan Juni dan Juli. Lalu, pada tanggal 4 Agustus, Pemerintah Polandia membuat ultimatum yang berisi penghinaan dan tindak provokatif mengenai isu-isu kelompok resistance yang memberikan perlawanan terhadap petugas-petugas Polandia. Danzig menolak ultimatum tersebut pada tanggal 7 Agustus. Polandia yang merasa berada dalam perlindungan Inggris memberikan balasan yang tidak memuaskan pada tanggal 10 Agustus. Pada tanggal 18 Agustus, pasukan SS kemudian digerakkan untuk mengamankan Kota Danzig. Semua elemen tampaknya bergerak menuju suatu peristiwa besar.

Kaum kapitalis Inggris berusaha untuk mencuci tangan mereka dan menyatakan tidak bertanggung jawab atas kejadian ini dan berusaha untuk membangun alibi berdasarkan moral untuk menjalankan suatu perang, tetapi bahkan orang buta pun dapat melihat apa yang sedang dilakukan oleh Inggris.

Pada tanggal 24 Agustus, negosiasi antara Danzig dan Polandia berakhir karena sikap Polandia yang keras kepala. Polandia terus meningkatkan provokasinya. Pada tanggal 25 Agustus, Polandia kembali terus memperburuk situasi dengan menembaki pesawat Jerman yang mengudara di dalam wilayah udara internasional, padahal di dalamnya terdapat Sekretaris Reich.

Reaksi London terhadap kejadian ini benar-benar secara jelas  menunjukkan sikap yang menantang berperang karena pada tanggal 25 Agustus mereka mendemonstrasikan perjanjian persekutuan antara Inggris dan Polandia. Sehari setelahnya, satu setengah juta tentara Polandia telah dipersenjatai.

Fuhrer telah berbicara di hadapan Parlemen Jerman pada tanggal 27 Agustus. Ia mengumumkan bahwa ada tiga masalah yang ingin Fuhrer selesaikan: Danzig, perbatasan, dan mencoba meningkatkan hubungan dengan Polandia untuk dapat menjamin kerja sama perdamaian.

Tindakan diplomasi terus diadakan di antara Berlin, Roma, London, dan Paris pada tanggal 28 hingga 31 Agustus. Fuhrer sekali lagi berusaha untuk mencari solusi perdamaian dengan mengumumkan bahwa Pemerintah Jerman selalu menunggu kehadiran utusan Polandia. Akan tetapi, Polandia justru malah memberikan tindakan provokatif dengan melakukan mobilisasi umum pada tanggal 30 Agustus. Radio Polandia pada tanggal 31 Agustus menyiarkan berita bahwa permintaan damai Jerman untuk mengakhiri masalah ini tidak dapat diterima. Konsulat Jerman lagi-lagi melaporkan 55 tindakan penganiayaan terhadap warga Jerman antara tanggal 25 hingga 31 Agustus. Tentara Polandia pun melakukan tindak pelanggaran serius mengenai masalah perbatasan pada tanggal yang sama.

Inilah sebabnya mengapa tentara kita bergerak memasuki Polandia pada tanggal 1 September. Fuhrer telah berbicara kepada parlemen bahwa kekerasan harus dibalas dengan kekerasan. Pada hari yang sama, Danzig memproklamasikan kemerdekaannya di bawah Pemerintah Reich.

Kampanye Polandia dan kejadian-kejadian yang mengikutinya merupakan hal yang unik dalam sejarah. Pada tanggal 2 September, Jablunka pass telah diambil alih. Tentara Polandia yang berada di perbatasan telah dihancurkan pada tanggal 4 September dan Bromberg telah diambil alih pada tanggal 6 September. Westernplatte jatuh pada tanggal 7 September, Lodsch telah dikuasai pada tanggal 10 September, dan Pengepungan Kota Radom telah rampung dilakukan pada tanggal 12 September. Sebanyak 52 ribu tentara Polandia menurunkan senjata mereka. Posen, Thorn, Gnesen, dan Gdingen jatuh di tangan Jerman pada tanggal 15 Spetember diikuti oleh kejatuhan Brest-Litovsk pada tanggal 17 September dan Pengepungan Weichselbogen um Kunto sukses dilaksanakan pada tanggal 18 September. Sebanyak 170 ribu tentara Polandia kemudian ditawan. Warsawa telah menyerah kalah pada tanggal 27 September dan diikuti Modlin dua hari berikutnya. Tentara Polandia telah dikalahkan dan dihancurkan.

Sebanyak lebih dari 700 ribu tentara Polandia ditangkap. Perlengkapan senjata yang diamankan begitu benyaknya: lebih dari setengah juta senjata, 16 ribu senapan mesin, 32 ribu artileri dan lebih dari 3 ¼ juta munisi artileri.

Agitasi-agitasi Inggris berjalan sukses. Semenjak perjanjian Munich, London telah berkali-kali meminta kita untuk berperang. Mereka meningkatkan hubungan bilateral antara London-Paris dan pada tahun 1939, Jerman telah dikepung. Kaum kapitalis London telah membuat situasi-situasi ini menjadi semakin mencekam dengan mempersiapkan peperangan terhadap Jerman. Perdana Menteri Inggris, Chamberlain dan Lord Halifax berada di Paris pada tanggal 10 Januari. Chamberlain telah berkata kepada parlemennya pada tanggal 5 Februari bahwa tentara dengan kekuatan penuh akan segera digerakkan untuk mendukung Perancis.

Pada  tanggal 18 Maret, Inggris dan Perancis memprotes tindakan Jerman yang melindungi Bohemia dan Moravia. Namun, perang dapat dihindari hanya karena Inggris dan Perancis belum siap untuk berperang. Walaupun demikian, ketika perlindungan terhadap Bohemia dan Moravia dilaksanakan, kampanye anti-Jerman meledak mencapai puncaknya di London dan Paris.

Pada saat bersamaan, hasutan-hasutan perang yang dilakukan oleh London menyebar dan menjelaskan kepada kita apa yang sebenarnya terjadi. Muncul laporan palsu pada tanggal 19 Maret bahwa Jeman telah memberikan ultimatum kepada Rumania. Menteri Luar Negeri Norwegia menyangkal laporan yang datang dari Paris tentang adanya ancaman yang dilakukan pihak jerman terhadap negara-negara Nordik pada tanggal 21 Maret. Kemudian pada tanggal 24 Maret, Inggris menjamin keamanan negara Belanda, Belgia, Switzerland, dan negara-negara di wilayah timur dan setiap hari Inggris selalu melayangkan laporan-laporan palsu mengenai ancaman Jerman terhadap negara-negara kecil.

Paris pun melakukan tindakan yang sama. Pemerintah Perancis tiba-tiba melakukan peningkatan kekuatan angkatan lautnya. Menteri Perdagangan Inggris, Hudson, mengunjungi Moskow pada tanggal 28 Maret. Surat kabar London menyebarkan berita-berita bohong mengenai pemusatan kekuatan tentara Jerman di garis-garis perbatasan Polandia. Pada hari yang sama, Chamberlain telah menyatakan sikap kepada parlemen bahwa Inggris akan berjuang bersama Polandia dan Rumania.

Fuhrer pada hari berikutnya mengingatkan tindakan pengepungan oleh Inggris ini dalam pidatonya di Wilhelshaven. Pada tanggal 5 April, Lord Stanhope mengatakan bahwa angkatan udara Inggris telah bersiap siaga. London telah menyiapkan munisi pada tanggal 20 April jika sewaktu-waktu diperlukan. Fuhrer,  di hadapan parlemen jerman tertanggal 28 April, membalas hasutan-hasutan Inggris ini sebagai bagian dari rencana kaum kapitalis Inggris. Fuhrer menyatakan bahwa penyediaan peralatan angkatan laut Jerman-Inggris dibatalkan, begitu pula dengan perjanjian Jerman-Polandia pada tahun 1934.

Sehari sebelumnya, Inggris telah menawarkan draf baru, draf perjanjian antara Inggris, Perancis, dan Rusia pada tanggal 14 Juni di Moskow. Tujuannya adalah untuk mengatur penyerangan terhadap Jerman, baik dari arah barat maupun timur.

Pada saat yang bersamaan, Inggris telah membuat tindakan bodoh dengan menyebarkan propaganda melalui leaflet, radio, dan surat kabar untuk menciptakan kebingungan di antara warga Jerman, sebuah tindakan yang sama yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Rencana mereka gagal. Rakyat Jerman dengan tekad bulat berdiri pasti mendukung Fuhrer., begitu pula dengan rencana Inggris untuk membuat Rusia mengepung Jerman  gagal total.

Perlu kalian ketahui, pada saat Duta Besar Inggris kembali dari London ke Berlin, Fuhrer dengan bermurah hati telah menawarkan sebuah proposal demi sebuah kesepahaman antara Jerman dan Inggris. Namun, Pemerintah Inggris ternyata tidak berniat untuk merespons itikad baik ini. Jawaban mereka  tiba pada tanggal 28 Agustus. Inggris telah mengklaim bahwa mereka telah menerima jaminan dari Pemerintah Polandia bahwa perundingan akan dilaksanakan bersama dengan pemerintah kita. Fuhrer kemudian membalas hal ini dengan mengatakan siap menerima delegasi negosiator dari Polandia pada hari Rabu tanggal 30 Agustus. Sore harinya pada tanggal tersebut, tanpa kehadiran delegasi yang ditunggu, Menteri Luar Negeri kita memberikan enam belas penawaran kepada Duta besar Inggris terkait permasalahan di Danzig, perbatasan, dan isu-isu Jerman-Polandia yang lain.

Akan tetapi, Polandia menjawab dengan kekerasan dan Fuhrer tidak memiliki alternatif lain selain membalas kekerasan dengan kekerasan.

Paris dan London menginginkan Jerman untuk menarik tentaranya dari Polandia pada tanggal 1 September. Pemerintah kita jelas menolak. Bahkan, pada tanggal 2 September, keinginan Mussolini untuk menyelesaikan masalah ini pun hanya berujung pada kegagalan karena pendirian Inggris yang keras kepala. Pada tanggal 3 September, London dan Paris memberikan peringatan kepada Jerman dan kemudian menyusul menyatakan perang.

Sekarang topeng penipuan telah terlepas dari wajah sang pemakai: London si penghasut perang. Ketika terjadi reshuffle kabinet pada tanggal 3 September, seseorang yang memimpin tindakan penghasutan ini ikut serta dan masuk ke dalamnya, Churchill dan Eden kini menjadi orang-orang yang secara resmi berada pada posisi yang menentukan kebijakan perang Inggris.

Perang yang dilakukan oleh negara-negara barat kini telah dimulai. Kebijakan luar negeri Fuhrer telah berjalan sukses untuk menggagalkan kampanye Inggris dalam usahanya mengepung Jerman. Inggris dan Perancis kini sendirian menentang Jerman.

Walaupun demikian, Jerman kini menghadapi tantangan baru. Semua hal yang diperlukan harus dilakukan untuk memastikan kemenangan perang. Pada tanggal 28 Agustus, diperkenalkanlah regulasi pendistribusian makanan dan barang-barang konsumer lainnya. Pada tanggal 30Agustus, Kementerian Pertahanan dibangun. Pada tanggal 1 September, pengukuran ekonomi yang bersifat komprehensif diumumkan, dan pada tanggal 5 September, Komisi Pertahanan Reich dengan segala bentuk kekuatannya didirikan. Hal-hal yang diperlukan untuk menjamin kehidupan tentara diimplementasikan pada tanggal 20 Oktober.  Sebagai permulaan, pada tanggal 6 November, kita bisa meningkatkan pendistribusian bahan makanan. Kemudian pada tanggal 16 November, pendistribusian pakaian diberlakukan, dan pada tanggal 20 November pendistribusian yang lebih baik akan diberlakukan bagi mereka yang bekerja pada malam hari atau bagi mereka yang menginginkan tempat tinggal.

Negara kita dan wilayah-wilayah garis depan merayakan Natal dengan menunjukkan diri sebagai komunitas-komunitas yang tangguh. Fuhrer bersama dengan pasukan berada di tembok barat perbatasan untuk memperingati Natal dan Tahun baru. Tahun 1939 berakhir dengan kepercayaan diri masyarakat Jerman dengan sikapnya yang tangguh dan percaya akan sebuah kemenangan.

Tahun-tahun yang lalu telah pergi meninggalkan kita. Tahun-tahun yang membanggakan dan paling penting bagi sebuah rezim nasional sosialis. Kita telah melihat bahwa tahun-tahun itu berlalu dengan penuh kehormatan. Sejarah Eropa akan mengenangnya sebagai tahun-tahun milik Jerman. Kita menghormati pengorbanan-pengorbanan yang telah dilakukan oleh seluruh rakyat Jerman pada tahun-tahun belakangan ini. Beberapa orang akan memengaruhi yang lain. Kita telah melakukan apa yang kita bisa untuk dapat melihat bahwa penderitan yang selama ini kita rasakan telah dengan adil dibagikan. Peperangan ini melibatkan semua masyarakat. Ini adalah perang untuk mencapai eksistensi negara kita. Akan tetapi, hal ini belum dapat kita lihat dari semua medan peperangan. Walaupun demikian, tidak ada lagi yang meragukan hasutan-hasutan perang yang dilakukan London dan Paris untuk menahan jerman, untuk menghancurkan rakyatnya. Mereka telah mengakuinya dengan terus terang sekarang. Mereka tetap mempertahankan kemunafikan mereka tentang mengalahkan Hitlerisme, tetapi tidak untuk rakyat Jerman, hal itu hanya berlaku untuk orang-orang bodoh. Kita telah mengetahui apa yang mereka lakukan berdasarkan pengalaman dan anak yang pernah dikelabui sebelumnya akan merasa lebih waspada untuk yang kedua kalinya. Tidak seorang pun yang ada di Jerman yang akan mendengarkan mereka. Mereka ingin menyerang Fuhrer melalui Hitlerisme, menyerang Reich melalui Hitlerisme, dan menyerang rakyat melalui Reich. Semua yang dilakukan Fuhrer untuk menciptakan perdamaian tidak membuahkan hasil bagi mereka. Sebanyak 90 juta penduduk di dalam Pemerintahan Reich kini berhadapan dengan rencana brutal Inggris demi tujuan menguasai dunia. Mereka membenci rakyat kita karena kita layak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, kita berani, industri kita besar, pekerja keras, dan pintar. Mereka membenci cara pandang kita, sosial politik kita, dan apa yang telah kita capai. Mereka harus memaksa kita untuk berjuang menghadapi kehidupan dan kematian. Kita akan mempertahankan diri kita sendiri. Semuanya telah jelas antara kita dengan musuh kita. Kita tahu apa yang sedang kita lakukan dan seluruh rakyat Jerman telah dipenuhi oleh keputusan yang bulat. Tidak ada perbandingan dengan apa yang terjadi pada Perang Dunia yang lalu. Jerman yang sekarang adalah Jerman yang secara ekonomi, politik, militer, dan spiritualitas siap untuk membalas serangan musuh.

Sulit bagi kita untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada tahun baru mendatang. Semua itu adalah masa depan. Akan tetapi, satu hal yang pasti: tahun ini akan menjadi tahun yang teramat sulit dan kita harus siap menghadapinya. Kemenangan tidak akan jatuh ke tangan kita jika kita tidak berusaha untuk mendapatkannya, dan tidak hanya ada di garis terdepan, tetapi juga di rumah-rumah kita. Semua orang telah bekerja dengan keras untuk menggapai itu semua.

Oleh karena itu, pada saat-saat ini, kita mengucapkan selamat tinggal pada tahun-tahun yang di dalamnya kita sudah bekerja keras mencapai kehebatan dan kini kita akan memasuki tahun yang baru. Kita yang berada di sini menyapa garis-garis terdepan, menyapa tentara-tentara yang berada di bunker, di pangkalan udara, dan di angkatan laut. Negara ini dan wilayah-wilayahnya yang terdepan bersatu untuk menyapa Fuhrer. Semoga nasib baik tetap membuatnya sehat dan kuat; lalu kita akan melihat masa depan yang terjamin. Hari ini lebih dari siapa pun, ia adalah rakyat Jerman, nasib kita ada di tangannya, begitu pula dengan harapan-harapan kita di masa depan. Kita memiliki kehormatan atas segala pengorbanan besar yang rakyat kita lakukan. Pengorbanan-pengorbanan yang lalu dan yang akan kita hadapi nanti tidak akan membuat kita merasa menderita lagi. Kita berhutang pada Reich dan masa depannya.

Kita bangkitkan hati-hati kita untuk luar biasa berterima kasih kepada Tuhan, kita meminta maha perlindungannya untuk tahun-tahun mendatang. Jika kita ingin meminta berkat rahmat-Nya, kita harus bekerja keras dan berjuang, dan berkata seperti yang telah dikatakan oleh seorang jenderal Prusia, “Oh Tuhan, jika kau tidak mau membantu kami atau memilihkan apa yang terbaik untuk kami, setidaknya janganlah kau bantu musuh-musuh kami!”

One comment on “Pidato Joseph Goebbels pada Pemulaan Tahun Baru 1940

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

Ruang Penat

Sedikit berbagi cerita tentang bahasa Indonesia dan sekelumit tentang sastra

Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Perjalanan Cinta

"Hamemayu Hayuning Bawono: Menata Keindahan Dunia"

pintarberbahasa.wordpress.com/

Cinta Bahasa Indonesia, Cinta Budaya Kita

Koiman

Menindas Sang Penindas

keshamotor

Just another WordPress.com site

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: