Tinggalkan komentar

Antitesis Kesalahan Hitler

Image

(sumber foto: http://ww2today.com/30th-january-1942-hitler-repeats-his-threat-to-kill-the-jews)

Oleh: Muhammad Irfan Sulistya

“Seseorang yang kalah pasti memiliki banyak kesalahan,” demikian menurut Ojong. Hitler tidak terkecuali. Sebagai seorang mantan artis yang gagal dan hidup luntang-lantung di Wina atau sebagai prajurit yang hanya berpangkat kopral selepas PD 1, kesuksesan dan kemajuan Hitler dalam memimpin Jerman membuat begitu banyak orang kagum, kaget, bahkan bertanya-tanya. Ia mampu membuat Jerman keluar dari inflasi, menurunkan jumlah penganggur, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas angkatan daratnya. Semua dampak Perjanjian Versailles yang merugikan Jerman dapat ia hapuskan sehingga Jerman tumbuh menjadi negara digdaya, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun militer. Bahkan, ia mampu mengungguli kesuksesan seniornya, Benito Mussolini. Intinya, ia adalah harapan bagi semua rakyat Jerman.

Namun, Hitler pun memiliki begitu banyak kesalahan dan ironinya, kesalahan ini justru membuat Jerman hancur dalam Perang Dunia II. Begitu banyak penderitaan yang muncul tidak hanya bagi rakyat Jerman, tetapi hampir seluruh masyarakat Eropa pada umumnya.

Para sejarawan atau orang-orang pada umumnya telah menganalisis bahwa kesalahan Hitler telah dimulai sejak awal dimulainya peperangan hingga tahun-tahun mengikutinya. Setiap orang berhak memiliki opini dan saya merasa terdapat beberapa penolakan dari apa yang telah dipaparkan orang mengenai kesalahan Hitler. Berikut adalah kesalahan-kesalahan Hitler beserta antitesisnya yang saya rangkum berdasarkan urutan waktu kejadian dalam PD II.

1.       Terlalu cepat memulai peperangan.

Jenderal-jenderal Jerman mengemukakan bahwa Hitler terlalu cepat memulai kampanye peperangan. Mereka beranggapan bahwa peperangan baru bisa dimulai paling tidak pada permulaan tahun 1945 dan bukan 1939 karena melihat kualitas dan kuantitas militer serta alutsista Jerman yang belum sanggup menghadapi banyaknya pertempuran. Terlebih lagi Karl Donitz mengatakan bahwa kekuatan angkatan laut kita belum cukup menandingi kekuatan angkatan laut Inggris jika diperlukan.

Beberapa sejarawan bahkan menganggap Hitler terlalu tergesa-gesa dan tidak sabaran. Pendapat yang kedua ini ada benarnya sesuai dengan apa yang telah dikemukakan Hitler sendiri, “Saya sudah terlalu tua untuk melihat kemengan Jerman jika terlalu lama ditunda.”

Antitesis

 

Akan tetapi, apa yang diputuskan Hitler tidak dapat kita salahkan sepenuhnya mengingat kondisi-kondisi yang terjadi pada saat itu. Bukan keinginan Hitler untuk menyerang Polandia pada permulaan bulan September 1939 jika kondisi di Danzig tidak mencekam. Banyak warga Jerman yang mengalami diskrimasi dan penganiayaan di Polandia. Laporan-laporan Kedutaan Besar Jerman di Warsawa telah menyebutkan hal-hal tersebut. Laporan lain menyebutkan bahwa Inggris dan Perancis mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan Polandia. Alih-alih keinginan Jerman untuk meminta Polandia mengembalikan Danzig masuk ke wilayah Jerman, Polandia justru mengerahkan tentara-tentaranya berkumpul di garis perbatasan. Segala upaya negosiasi yang dilakukan Jerman dibalas dengan penghinaan secara sepihak. Hal inilah yang membuat Jerman, dalam hal ini Hitler, untuk melakukan mobilisasi umum menyerang Polandia pada tanggal 1 September 1939. Tidak ada satu pemimpin pun yang rela melihat warganya didiskrimasi dan dianiaya, begitu pula dengan Hitler yang terpaksa membuka pertempuran untuk mengakhiri kondisi tersebut.

2.       Insiden Dunkirk (24 Mei 1940)

Sebuah teka-teki terbesar sepanjang sejarah PD II. Dalam operasi kilat menaklukkan Eropa Barat, Hitler mengeluarkan keputusan yang teramat aneh bagi setiap jenderal-jenderalnya, musuh-musuhnya, termasuk para kalangan sejarawan jauh setelah PD II berakhir.

Pada tanggal 23 Mei 1940, tentara Inggris-Perancis telah terkepung dan jalan keluar satu-satunya dari pengepungan tersebut adalah wilayah Dunkirk. Guderian yang menerobos cepat dengan metode blitzkrieg-nya dari arah Ardennes telah melihat kota tersebut dan mudah baginya untuk menghancurkan tentara Inggris-Perancis. Jika ini dilakukan, kita bisa ucapkan selamat tinggal kepada kekuatan tempur Inggris-Perancis dan butuh waktu yang lama bagi Inggris-Perancis untuk menyusun segala kekuatannya kembali.

Pada tanggal 24 Mei, Hitler mengeluarkan perintah penghentian penyerangan sehingga memungkinkan Inggris-Perancis untuk lolos dari malapetaka besar tersebut. Keputusan inilah yang dianggap sebagai suatu blunder yang teramat fatal. Karena blunder ini, Inggris di tahun-tahun mendatang mampu melancarkan ofensif balik yang kita kenal dengan Operation Overlord.

 

Antitesis

Setiap kampanye memiliki aturan-aturan dasar yang telah disepakati pada awal rencana kampaye itu dibuat, yaitu taktik, strategi, dan teknis. Ada dua kampanye yang dilakukan, yaitu kampanye weserubung dan kampanye Fall Gelb. Tujuan utama kedua kampanye ini adalah untuk menguasai sebagian besar negara Eropa Barat, seperti Denmark, Norwegia, Belgia, Belanda, dan Perancis. Tidak ada niat satu pun bagi Hitler untuk menghancurkan Inggris dalam peristiwa itu. Ketika Hitler pada tanggal 24 Mei 1940 menghentikan penyerangan di Dunkirk, ia tidak melakukan kesalahan taktik, strategi, dan teknis kedua kampanye tersebut.

Telah lama Hitler memiliki harapan untuk dapat menyatukan Inggris dan Jerman dalam satu sistem perpolitikan. Ia menganggap bahwa Inggris memiliki garis keturunan yang sama dengan bangsa Jerman: ras Arya. Berkali-kali Hitler menyampaikan proposal perdamaian terhadap Inggris. Akan tetapi, berkali-kali pula Inggris menolak proposal ini. Insiden di Dunkirk di mata Hitler adalah suatu kesempatan untuk menunjukkan itikad baik ini, berharap sekali lagi Inggris mau mengubah pikirannya terhadap Jerman.

Sejarah kini berkata lain. Perintah Hitler ini ternyata hanya dianggap sebagai suatu blunder fatal yang akan membuat Inggris mampu melakukan penyerangan melalui operasi amfibi terbesar sepanjang sejarah. Kebaikan Hitler telah dianggap sebagai suatu kebodohan.

3.       Invasi Eropa Timur

Direktif  Perang No. 21 yang dikeluarkan Hitler telah menyatakan dengan jelas bahwa kampanye akan dilakukan pada tanggal 15 Mei 1941. Kondisi-kondisi yang ada membuat Hitler dengan terpaksa mengundur operasi ini hingga 22 Juni 1940.

Para sejarawan menyatakan bahwa hal ini terlalu cepat untuk dilaksanakan dan perkataan Hitler bahwa serangan ini hanya membutuhkan waktu sekitar delapan minggu adalah omong kosong belaka. Selain itu, dibukanya pertempuran di timur akan membuat Jerman berhadapan dengan dua front peperangan sekaligus.

Antitesis

Jerman yang krisis bahan bakar dan ancaman-ancaman nyata yang dilakukan Soviet pada permulaan tahun 1940 sekali lagi telah memaksa Hitler untuk menyerang Rusia secepatnya. Kesimpulan  bahwa kemenangan akan diraih dalam waktu delapan minggu tidak berlebihan sama sekali. Jika operasi memang benar-benar dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 1940, Jerman memiliki waktu enam bulan sebelum musim dingin tiba, suatu hal yang sangat dikhawatirkan setiap jenderal-jenderal Jerman mengingat nasib buruk yang dialami Napoleon dan Hitler telah meyakinkan kepada semua jenderalnya bahwa Inggris tidak akan mampu menyerang selama kita berperang dengan Rusia.

Sejarah kini telah membuktikan beberapa hal:

  1. Pada hari pertama, sebanyak 1200 pesawat tempur Rusia dapat dihancurkan.
  2. Hanya dalam waktu tiga minggu setelah serangan dilancarkan, tentara Jerman telah menempuh jarak sejauh 650 km.
  3. Hanya dalam waktu tiga minggu tiga hari (16 Juli 1941), Jerman berhasil menguasai Smolensk, suatu titik yang strategis untuk melancarkan serangan langsung ke arah Moskow.
  4. Sampai detik ini, Keyakinan Hitler tepat. Inggris belum mampu menyerang Jerman. Front barat tetap aman.
  5. Lima minggu masih tersisa untuk menyerang Moskow dari waktu delapan minggu yang telah ditentukan.
  6. Dr. Richard Sorge belum mendapatkan informasi apakah Jepang akan menyerang timur Rusia atau tidak sehingga Stalin belum mampu menggerakkan tentaranya dari Siberia ke front barat.

Kesalahan Adolf Hitler yang “sebenar-benarnya”

  1. Hitler gagal meyakinkan Spanyol untuk bersama-sama menyerang Inggris

Setelah perang saudara di Spanyol selesai, Spanyol memiliki kedekatan dengan Jerman karena Jerman pernah membantu kaum nasionalis dalam perang tersebut. Walaupun demikian, Spanyol tidak ingin menunjukkan kedekatannya dengan Jerman dan memperlihatkan sifat netral, baik terhadap poros sekutu maupun poros axis.

Hitler pernah mengadakan pertemuan dengan pemimpin de facto Spanyol, Francisco Franco, pada tanggal 23 Oktober 1940 untuk bersama-sama menyerang Inggris dari Selat Gibraltar. Enam jam negosiasi ternyata tidak menghasilkan apa pun. Hal ini memang membuat Hitler murka, tetapi apa daya, negosiasi tersebut selesai tanpa hasil yang diinginkan.

2. Hitler gagal meyakinkan Jepang menyerang Rusia

Hitler telah gagal mengajak Jepang untuk menyerang Rusia, Jepang justru mengalihkan rencananya untuk menyerang sekutu di wilayah Asia Tenggara. Intelijen Rusia mengetahui hal ini dan meyakinkan Stalin bahwa Jepang tidak akan menyerang sisi timur Rusia sehingga Stalin dapat tenang memindahkan pasukan timurnya ke front barat untuk berhadapan dengan Jerman.

3. Menyerang Yugoslavia

Invasi ke Yugoslavia atau yang dikenal dengan Perang April atau Operasi 25 terjadi pada tanggal 6 April 1941. Penyerangan ini dilakukan akibat kesalahan Mussolini dalam menyerang Yunani. Hitler khawatir hal ini akan dimanfaatkan oleh RAF (Angkatan Udara Inggris) untuk mengebom sumber minyak Jerman di Ploesti, Rumania. Daerah yang akan dijadikan pangkalan udara adalah Yugoslavia. Untuk itu, Hitler meminta Yugoslavia untuk ikut serta dalam pakta tripartit bersama-sama dengan Bulgaria, Rumania, dan Hungaria. Pemerintah Yugoslavia menyepakati permintaan ini, tetapi rakyat yang tergabung dengan anti-Nazi melakukan kudeta dan menggulingkan pemerintahan. Mendengar kudeta ini, Hitler langsung memerintahkan tentaranya untuk menyerang Yugoslavia.

Tindakan Hitler ini membuat tentaranya tersebar ke dalam dua front pertempuran. Satu sisi untuk menyerang Rusia dan di sisi lain untuk mengamankan Yugoslavia. Hal ini membuat daya gempur pasukan Jerman di Rusia sedikit melemah.

4. Ke Ukraina

Di sinilah letak kesalahan sebenarnya yang paling besar yang dilakukan oleh Hitler. Tidak seharusnya ia mengubah taktis, strategis, dan teknis kampanye. Ofensif seharusnya tetap dilanjutkan ke arah Moskow dari Smolensk sekalipun grup selatan memiliki hambatan dalam menyerang Ukraina, hal tersebut dapat ditinggalkan terlebih dahulu, terlebih lagi jarak antara grup utara-tengah dan selatan terlalu jauh.

Jika ofensif dari Smolensk tetap dilanjutkan ke arah Moskow, kemungkinan sejarah akan menorehkan catatan yang berbeda

  1. Jika ofensif terus berlanjut, Jerman masih memiliki waktu lima minggu untuk menguasai Moskow atau setidaknya empat bulan sebelum musim dingin tiba.
  2. Kondisi di medan pertempuran masih memungkinkan unit-unit Jerman untuk melakukan metode blitzkrieg.
  3. Semakin cepat Jerman menyerang, semakin sulit bagi Soviet untuk mengerahkan kekuatan baru dari wilayah timurnya.
  4. Rusia belum mampu menyelesaikan proyek tank jenis barunya: T-34 sehingga Jerman tetap akan mendominasi kekuatan armor di segala medan pertempuran setidaknya hingga bulan November.

Penutup

Menurut Hegel dalam dialektika sosialnya, walaupun teori ini kontroversial, suatu ilmu sosial membutuhkan tiga hentakan dasar: tesis, antitesis, dan sintesis. Setiap sejarah yang kita baca adalah sebuah tesis yang memungkinkan dirinya untuk berhadapan dengan penolakannya yang berupa antitesis. Antitesis yang muncul untuk menolak pandangan tesis akan memunculkan satu tataran baru yang kita sebut sintesis. Berharap apa yang saya lakukan dapat menjadi suatu sintesis baru dari sejarah yang kita kenal selama ini. Bisakah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

Ruang Penat

Sedikit berbagi cerita tentang bahasa Indonesia dan sekelumit tentang sastra

Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Perjalanan Cinta

"Hamemayu Hayuning Bawono: Menata Keindahan Dunia"

pintarberbahasa.wordpress.com/

Cinta Bahasa Indonesia, Cinta Budaya Kita

Koiman

Menindas Sang Penindas

keshamotor

Just another WordPress.com site

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: