4 Komentar

Misteri Pemberontakan Ghetto Warsawa

Oleh: Muhammad Irfan Sulistya

Pemberontakan Ghetto Warsawa terjadi saat Pemerintah Nazi Jerman mencoba mendeportasi (baca: memindahkan) tawanan-tawanan Yahudi dari Kamp Konsentrasi di Warsawa ke Treblinka. Pemberontakan terjadi  akibat adanya isu-isu yang beredar di kalangan Yahudi bahwa mereka akan dibunuh secara massal di Treblinka.

Pada musim panas tahun 1942, sekitar 300.000 orang Yahudi dideportasi dari Warsawa ke Treblinka. Ketika laporan-laporan mengenai pembunuhan massal di pusat pembantaian tersebut bocor dan sampai ke ghetto Warsawa, sebuah kelompok korban selamat yang sebagian besar terdiri dari para pemuda membentuk sebuah organisasi yang dinamakan Z.O.B. (singkatan dari Zydowska Organizacja Bojowa dalam bahasa Polandia yang berarti Organisasi Tempur Yahudi). Z.O.B., dipimpin Mordecai Anielewicz yang berusia 23 tahun, mengeluarkan proklamasi yang menyerukan agar masyarakat Yahudi tidak pergi ke gerbong-gerbong kereta api. Pada bulan Januari 1943, para pejuang ghetto Warsawa menembaki pasukan Jerman saat mereka berusaha mengumpulkan sekelompok penghuni ghetto lainnya untuk dideportasi. Para pejuang menggunakan sejumlah kecil senjata yang berhasil diselundupkan ke dalam ghetto. Selang beberapa hari, pasukan Jerman mundur. Kemenangan kecil tersebut mengilhami para pejuang ghetto untuk bersiap melakukan perlawanan lagi di masa mendatang.

(http://www.ushmm.org/outreach/id/article.php?ModuleId=10007745)

Apakah isu-isu yang beredar tersebut benar adanya atau merupakan informasi palsu dan hanya digunakan sebagai alat propaganda untuk menimbulkan perlawanan dari para tahanan Yahudi.

Menurut Wikipedia, pada tahun 1940 jumlah tawanan Yahudi di Ghetto Warsawa mencapai 400 ribu jiwa, kemudian pada tanggal 22 Juli hingga 3 Oktober 1942 sebanyak 310 ribu Yahudi dideportasi menggunakan kereta ke Treblinka. Ini artinya, masih tersisa 90 ribu jiwa di Ghetto Warsawa, belum lagi jika kita kurangi dengan tahanan yang meninggal akibat tifus dan kelaparan mungkin jumlah yang tersisa akan lebih sedikit lagi. Akan tetapi, pada tahun 1944 tiba-tiba muncul data sebanyak 300 ribu tahan Yahudi meninggal di Ghetto ini akibat pemberontakan. Dari mana data sebanyak ini muncul? Apakah memang jumlah orang-orang Yahudi cepat sekali membengkak hanya dalam waktu dua tahun atau kalaupun seluruh umat Yahudi di wilayah Jerman dan Polandia dikumpulkan dan dimasukkan ke Ghetto, mampukah tentara Jerman mengoordinasi lebih dari 200 ribu jiwa selama dua tahun?

Hmm saya yang salah baca atau salah hitung atau wikipedia yang salah ya?? kita coba simpulkan lagi! Tahun 1940 Total tahanan 400 ribu orang, dideportasi pada tahun ‘42 sebanyak 310 ribu, sisanya 90 ribu, lalu tahun ‘44, tiba-tiba muncul data 300 ribu mati dalam pemberontakan dan pengeboman? Jika memang Nazi selama PD II melakukan genosida terhadap orang-orang Yahudi di seluruh Eropa, data populasi yang masuk akal seharusnya semakin menurun, bukan justru malah bertambah, bukan? Baiklah jika data tersebut memang berbeda sehingga jika kita total terdapat lebih dari 700 ribu tawanan Yahudi di dalam Ghetto Warsawa, sedangkan jumlah tentara Jerman yang bertugas di sana hanya sekitar 80 – 120 orang, mampukah jumlah tentara sekecil itu mengontrolnya? Akan mudah bagi tawanan Yahudi untuk memberontak dan kemungkinan mereka gagal pastilah sangat kecil, tetapi nyatanya The Warsawa uprising has failed.

Marilah kita berhenti sejenak. Harus kita pahami bahwa Jumlah data korban Yahudi memang selalu menjadi polemik berbagai kalangan, bahkan di antara orang-orang yang meyakini kebenaran holocaust. Sebanyak 6 juta yahudi yang meninggal akibat holocaust bukanlah data tunggal. Pada akhir PD II, Yahudi mengklaim jumlah korban sekitar 4 juta orang, meningkat 6 juta, 8 juta, bahkan hingga 9 Juta, sedangkan jumlah populasi Yahudi pada tahun 1933 di Eropa sebenarnya hanya berjumlah 494 ribu.

Bahkan, total jumlah tahanan di kamp sebesar auschwitz saja hanya ada 67 ribu jiwa (cek: www.opensubscriber.com/message/mediacare@yahoogroups.com/2857943.html)

Tahun 1943 – 1944 adalah tahun-tahun kritis Jerman menghadapi titik balik pertempuran di medan Rusia. Untuk apa tentara-tentara Nazi mendeportasi orang dengan jumlah sebanyak itu hanya untuk di eksekusi mati jika di timur sana Jerman membutuhkan banyak tentara untuk menambah kekuatan menahan Soviet. Jika memang tujuannya untuk dieksekusi mati hanya karena alasan untuk mengamankan sumber pangan apalagi dengan adanya pemberontakan di Warsawa, kondisi yang terjadi akan lebih masuk akal jika semua tawanan dibunuh saja semuanya di sana tanpa harus dideportasi.

Skenario yang dilakukan Himmler untuk mendeportasi ratusan ribu tawanan yahudi ke Treblinka hanya untuk dieksekusi adalah skenario yang tidak masuk akal. Sekali lagi saya katakan, akan lebih mudah bagi Himmler untuk tidak repot-repot memindahkan tawanan. Pendeportasian akan membutuhkan banyak biaya dan tenaga yang pada saat itu sangat dibutuhkan oleh Jerman. Lagipula, apa yang Himmler lakukan justru akan menyisakan korban-korban yang selamat yang nantinya akan menjadi saksi sejarah kekejaman Nazi Jerman. Seorang penjahat yang disebut psikopat oleh banyak kalangan tampaknya takkan melakukan itu bukan?

Lalu, masih percayakah kita dengan isu genosida tersebut?

Foto di atas adalah Mortir kelas berat Karl-Gerät (040/041) Nr. VI “Ziu” 60 cm dari schwere Artillerie-Abteilung 628 di Taman Sowinski, distrik Wola (Warsawa) yang membombardir kota lama Warsawa selama berlangsungnya pemberontakan Ghetto Yahudi, Agustus 1944

(Tak diragukan lagi, foto paling terkenal dari peristiwa ini : Para prajurit Polizei SS menggiring para Yahudi yang menyerah, sementara di latar belakang masih terlihat api dan puing-puing dari Ghetto Warsawa yang digempur habis-habisan. Perhatikanlah tawanan – tawanan yang digiring: pria dewasa, laki-laki tua, wanita, dan anak-anak yang kemungkinan tidak terlibat dalam pemberontakan tetap dievakuasi dari kamp konsentrasi; apakah ini yang dimaksud dengan genosida?)

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Warsaw_Ghetto

Sumber foto dan caption:

http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/06/album-foto-pemberontakan-warsawa.html

4 comments on “Misteri Pemberontakan Ghetto Warsawa

  1. Dapat dari mana angka “jumlah populasi Yahudi pada tahun 1933 di Eropa sebenarnya hanya berjumlah 494 ribu”? Data kompilasi Himmler sendiri menunjukkan jumlah 11 juta orang Yahudi di seluruh Eropa pada tahun 1942, sementara Almanak LBB menunjukkan angka 10 juta orang.
    Dapat data dari mana juga Anda bahwa ada 300.000 orang Yahudi meninggal di Ghetto Warsawa tahun 1944? Mungkin Anda bingung dengan adanya dua pemberontakan kota Warsawa terhadap Nazi: yaitu tahun 1943, ketika penduduk Yahudi di Ghetto Warsawa memberontak dan tahun 1944 ketika penduduk Warsawa (baik Polandia dan sisa2 Yahudi) memberontak. Dalam Pemberontakan kota Warsawa tahun 1944, SS dan Polisi Jerman membunuh 150-200 ribu penduduk kota Warsawa (bukan 300.000, apalagi cuma Yahudi tok seperti klaim ente).
    Terakhir, dapat dari mana angka pernah ada 700 ribu tawanan Yahudi di dalam Ghetto Warsawa dan jumlah tentara Jerman yang bertugas di sana hanya sekitar 80 – 120 orang?
    Ketika Ghetto Warsawa memberontak, jumlah pejuang Yahudi hanya beberapa ratus orang dan tidak memiliki senjata memadai. Kebanyakan hanya pakai pentung dan pisau serta bom molotov. Jumlah tentara Nazi yang dikerahkan Jenderal Stroop utk menindas perlawanan adalah sekitar 3.000 prajurit, yang didukung tank dan pesawat pembom dari Krakow.

  2. @noer, penulis sudah mencantumkan sumber data berupa link. kenapa masih nanya, dicek juga dong.

  3. itu bukan cuma yahudi dek., Gypsi,roma,cacat,cacat mental dan lain lain .. makanya korban bisa sampai segitu..

  4. PEMBERONTAKAN YAHUDI ITU DI ILHAMI AKIBAT EKSEKUSI MATI PARA WARGA POLANDIA OLEH NAZI,.AKIBAT KEMATIAN REINHARD HEINDRICH OLEH MILITAN S.O.E,. JAN KUBIS DAN KAWAN – KAWAN DI OPERASI ANTETANT….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

Ruang Penat

Sedikit berbagi cerita tentang bahasa Indonesia dan sekelumit tentang sastra

Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Perjalanan Cinta

"Hamemayu Hayuning Bawono: Menata Keindahan Dunia"

pintarberbahasa.wordpress.com/

Cinta Bahasa Indonesia, Cinta Budaya Kita

Koiman

Menindas Sang Penindas

keshamotor

Just another WordPress.com site

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: