Tinggalkan komentar

Paul “Papa” Hausser (7 Oktober 1880 – 21 Desember 1972)

Waffen-SS General Paul Hausser

(Paling kanan, Hausser, sedang berada di Braunshweig tahun 1935, menerima arahan dari instruktur sekolah militer)

Paul Hausser dan Gebhardt

Bentuk action figure Paul “Papa” Hausser

Oleh: Muhammad Irfan Sulistya.

Pria yang lahir pada tanggal 7 Oktober 1880 di Brandenburg an der Havel ini adalah sosok seorang jenderal yang terkenal di mata para anak buahnya. Kewibawaannya dalam memimpin pasukan membuatnya mendapat julukan “Papa”.

Karier

Hausser memasuki kemiliteran pada tahun 1892 dan pada tahun 1896 menjadi kadet di Koslin dan mulai tahun ini terdaftar sebagai kadet akademi Berlin-Lichterfelde dan lulus pada tahun 1899. Selama kariernya, Ia adalah seorang militer yang profesional. Pernah terlibat dalam perang di front barat dan front timur selama PD I berkecamuk. Seusai perang, dia tetap menjadi perwira tentara Jerman (Reichwehr) lalu kemudian mengundurkan diri pada tanggal 31 januari 1932 dengan pangkat terakhir letnan jenderal. Dia bergabung dengan para ekstentara sayap kanan, Stanlhelm, yang kemudian dilebur ke dalam SA (Sturm Abteilung). Ketika SA dibubarkan, ia dimasukkan ke dalam SS dan pada bulan November 1934 ditransfer ke dalam SS-Verfugungstruppe dan menjadi Inspektur SS-Junkerschule pada tahun 1934 dan dipromosikan menjadi Brigadefuhrer dua tahun setelahnya.

Hausser ikut membangun SS melalui kombinasi pelatihan militer Reichwehr dengan ideologi SS. Dalam PD II, dia memimpin divisi Das Reich di front timur. Dia pernah berani menolak perintah Hitler untuk bertahan mati-matian di Kharkov sehingga mampu menyelamatkan korpsnya.  Hausser memimpin pasukan tank dalam pertempuran tank terbesar di Kursk. Kepemimpinannya diakui sehingga Hitler mengizinkan pembentukan Korps Panser SS yang kedua. Di front barat, dia memimpin Korps AD VII melawan invasi sekutu. Ketika sekutu melancarkan Operasi Overlord,  Hausser dengan korps Ad VII-nya ditugaskan untuk mempertahankan sisi barat dekat Kota Saint Low. Di sini ia bertempur dengan pasukan sekutu di bawah pimpinan Jenderal Bradley dalam Operasi Kobra. Hausser terpukul mundur setelah dihujani bom-bom udara pesawat sekutu yang singkat, tetapi brutal. Di dalam pertempuran setidaknya ia pernah mengalami luka yang cukup parah yang menyebabkan ia kehilangan salah satu matanya. Posisi terakhirnya adalah sebagai Panglima Tentara Grup D yang ditugaskan untuk mengamankan sisi selatan di front barat pada permulaan tahun 1945.

Usai perang, dia bergabung dengan HIAG (Hilfsgemeinschaft auf Gegenseitigkeit der Angehörigen der ehemaligen Waffen-SS (HIAG) (English: Mutual Help Association of Former Waffen-SS Members)dan berjuang merehabilitasi nama Waffen-SS dengan menyatakan bahwa mereka adalah prajurit sebagaimana prajurit lainnya (soldaten wie andere auch). Pada tanggal 5 dan 6 Agustus 1946, Hausser memberikan testimoni di hadapan seluruh anggota Waffen-SS di dalam Pengadilan Militer Internasional (IMT: International Military Tribunal). Di dalam kesaksiannya, Hausser mengatakan bahwa prajurit Waffen-SS tidak bersalah melakukan pembantaian Yahudi karena sebagai seorang inspektur yang bertugas mengawasi pendidikan calon tentara, ia tidak pernah mengajarkan dan menanamkan kebencian terhadap Yahudi atau menugasi mereka melakukan pembantaian.

Hausser meninggal pada tanggal 21 Desember 1972. Pemakamannya dihadiri ribuan mantan anak buahnya yang selalu memanggilnya “Papa”.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Hausser

Majalah Angkasa. Elite Nazi German Divisions

http://forum.axishistory.com/viewtopic.php?t=51461

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

Ruang Penat

Sedikit berbagi cerita tentang bahasa Indonesia dan sekelumit tentang sastra

Rubrik Bahasa

Kumpulan artikel rubrik bahasa Indonesia dari berbagai media massa

Perjalanan Cinta

"Hamemayu Hayuning Bawono: Menata Keindahan Dunia"

pintarberbahasa.wordpress.com/

Cinta Bahasa Indonesia, Cinta Budaya Kita

Koiman

Menindas Sang Penindas

keshamotor

Just another WordPress.com site

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: